A novel by Desi
PLUVIOPHIL
A Lover of Rain
Hujan.. akan banyak rangkaian kata tercipta ketika aku bercerita tentangnya.
Beribu alasan tak cukup untuk menjelaskan mengapa aku menyukai butiran- butiran beningnya.
ketika ia jatuh tepat di hamparan wajah, ah sejuknya luruh hingga jiwa.
Suara, aroma, dinginya, menyatu sempurna bersama segelas cappuccino hangat lahirkan romantisme alami dari hati.
Kau, yang bertanya mengapa aku menyukai hujan, sungguhkah kau ingin aku menjawabnya?
Pejamkan kelopak matamu! Di kejauhan akan terdengar gemuruh yang akan mengantarkan ia untuk jatuh bercumbu dengan tanah, kau hampiri ia, sambut ia dengan kedua tangan mu, menjulur laksana hendak mendekap erat rintiknya. Tegadahkan wajahmu bersiap menyambut lembut dan dingin sentuhnya. Hirup aroma khas saat ia jatuh menyentuh hamparan bumi. Aroma khas yang akan membuat memori otakmu berputar kembali kepada kenangan- kenangan bersamanya dimasa silam.
Nah apa yang kau rasa?
Aku tau yang kau rasa, bahkan lebih dari yang kau rasa.
Sekarang buka matamu. Pandangi ia. Pandangi butiran- butiran bening yang jatuh di hadapanmu, di tubuhmu, maka kau akan tahu jawaban atas tanyamu itu.
Berlebihan?
Tidak! Bagiku,
“hujan, hidupkan hidupku, hujan, menyamarkan bayanganku, hujan teduhkan emosiku, hujan ukir senyum dibibirku, hujan damaikan segenap jiwa ragaku, hujan ukir engkau dihatiku..
Beribu alasan tak cukup untuk menjelaskan mengapa aku menyukai butiran- butiran beningnya.
ketika ia jatuh tepat di hamparan wajah, ah sejuknya luruh hingga jiwa.
Suara, aroma, dinginya, menyatu sempurna bersama segelas cappuccino hangat lahirkan romantisme alami dari hati.
Kau, yang bertanya mengapa aku menyukai hujan, sungguhkah kau ingin aku menjawabnya?
Pejamkan kelopak matamu! Di kejauhan akan terdengar gemuruh yang akan mengantarkan ia untuk jatuh bercumbu dengan tanah, kau hampiri ia, sambut ia dengan kedua tangan mu, menjulur laksana hendak mendekap erat rintiknya. Tegadahkan wajahmu bersiap menyambut lembut dan dingin sentuhnya. Hirup aroma khas saat ia jatuh menyentuh hamparan bumi. Aroma khas yang akan membuat memori otakmu berputar kembali kepada kenangan- kenangan bersamanya dimasa silam.
Nah apa yang kau rasa?
Aku tau yang kau rasa, bahkan lebih dari yang kau rasa.
Sekarang buka matamu. Pandangi ia. Pandangi butiran- butiran bening yang jatuh di hadapanmu, di tubuhmu, maka kau akan tahu jawaban atas tanyamu itu.
Berlebihan?
Tidak! Bagiku,
“hujan, hidupkan hidupku, hujan, menyamarkan bayanganku, hujan teduhkan emosiku, hujan ukir senyum dibibirku, hujan damaikan segenap jiwa ragaku, hujan ukir engkau dihatiku..
-Desi-
DAFTAR ISI
PROLOG
: BASAH
1. Cinta Pertama (hujan)
2. Menari bersama hujan
3. Hujan di kegelapan
4. Dingin
5. Senandung rindu
6. Hujan belum reda
7. Hujan itu romantis
8. Hujan bulan Desember
9. Pluviophil
10. Memintal hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar