MELUASKAN NIAT
MELUASKAN PENDIDIKAN
Oleh : Desi,
S.Pd
Pendidikan adalah kehidupan. Pendidikan adalah
lentera penerang dalam meniti setiap jenjang kehidupan. Pendidikan adalah salah
satu hal yang utama didalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas,
untuk dapat melanjutkan hidup mereka agar lebih baik lagi kedepannya. Berbicara
pendidikan, siapa di antara kita yang tidak ingin merasakan dan menyentuh
nikmatnya pengetahuan, merasakan begitu bergunanya sebuah ilmu untuk
melanjutkan hidup. Namun masalahnya sekarang, Apakah pembangunan pendidikan di
Indonesia sudah tepat? Dalam artian pembangunan pendidikan yang sudah meluas,
merata, serta berkeadilan. Tentu harapan kita sebaiknya sudah tepat bukan.
Pendidikan di Indonesia saat sekarang ini tentu
tidak lepas dari berbagai masalah. Apakah itu masalah tidak terwujudnya
pendidikan yang semestinya, dan atau tidak terwujudnya akses pendidikan yang
seharusnya. Tapi itu semua biasa, toh kita hidup tidak lepas dari masalah bukan,
namun yang pasti kita harus yakin dan percaya bukan tidak mungkin masalah ini
dapat kita selesaikan, karena pasti ada banyak cara untuk memecahkan persoalan apapun,
termasuk persoalan pendidikan ini. Banyak cara yang bisa digunakan oleh pihak-
pihak yang berwenang dalam kebijakan dunia pendidikan. Pun sama kita ketahui setiap
masalah pasti ada jalan keluarnya.
Pembangunan
pendidikan tentunya bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anak dalam dunia
pendidikan. Sama kita ketahui setiap anak berhak mengenyam pendidikan, apakah
ia berasal dari keluarga yang mampu ataupun tidak, dari desa ataupun kota,
mereka semua berhak memperoleh pendidikan yang layak. Namun pertanyaannya
sekarang, Apakah itu semua sudah terwujud? Apakah seluruh wilayah Indonesia ini
dari lubang semut hingga lubang gajah sudah mengenyam pendidikan yang
semestinya, dimana- mana ada pendidikan, dimana- mana ada sekolah yang dapat
digunakan untuk anak bangsa memperoleh pengetahuan, dan dimana- mana ada
pendidik. Jawabannya tentu sudah, tapi belum sepenuhnya mungkin. Karena apa,
setiap hal butuh proses, tidak gampang
loh untuk menciptakan sedemikian banyak sekolah di negara yang besar ini.
Pemerintahpun pastinya sudah bergalak, untuk mewujudkan kewajiban yang paling
mendasar ini.
Sekarang coba kita fokus pada satu titik terlebih
dahulu. Kita pandang diri kita sebagai pendidik sekaligus orang awam yang
melihat permasalahan mendasar dalam pembangunan pendidikan saat sekarang ini,
yakninya kendala akan akses pendidikan ke daerah- daerah serta ke pelosok-
pelosok. Kenapa bisa terjadi demikian? Tentu banyak faktor yang dapat
menyebabkan hal tersebut terjadi. Lalu bagaimana solusinya? Pemerintah? Tentu
pikiran kita langsung tertuju pada pemerintah. Hahaha… boleh saja. Tetapi coba kita pikirkan lagi apa hanya dengan
menunggu usaha dari pemerintah saja, kemudian datang sebuah keajaiban, lalu semua
permasalahan dapat selesai seketika, apakah mungkin? Hmm tentu tidak sesederhana itu, karena sesungguhnya penyelesaian
masalah pasti ada prosesnya, dan ada orang- orang yang turut serta mengulurkan
tangan untuk membantu. Nah jadi disini bukan hanya peran pemerintah saja yang
kita harapkan, tapi juga kita, baik kita sebagai pendidik ataupun orang awam.
Toh semua tanggung jawab kita bersama bukan, karena kita satu dalam negeri ini.
Sekarang kita andaikan, jika kita yang jadi
pemerintahnya saat sekarang ini. Tidak usah jauh-jauh, kita mulai dari
lingkungan kecil tempat tinggal kita saja terlebih dahulu, kita yang memerintah
disana, nah kira- kira apa ya yang akan kita perbuat? Kita pasti akan
memikirkan apa- apa saja yang dapat kita siasati untuk berdamai dengan
persoalan ini. Berdamai dengan persoalan sulitnya akses pendidikan, berdamai
dengan tidak adanya lentera ilmu di pedalaman.
Kita lihat sebentar bagaimana kehidupan pendidikan
di pedesaan atau di daerah pedalaman, yang mana di daerah mereka belum
terjangkau listrik, sehingga untuk membaca buku dimalam hari mereka harus
menggunakan sebatang lilin. Belum lagi beberapa diantara mereka ada yang sama
sekali buta dengan ilmu, tidak tahu apa itu buku, tidak mengerti apa itu angka
dan huruf. Ada juga yang demi keinginan kuat mereka mencari ilmu, rela berjalan
berkilo- kilo menembus jalanan setapak, hanya untuk menemukan sebuah tempat
untuk mereka bisa belajar, menambah pengetahuan. Tidakkah tergerak hati kita
untuk mempermudah mereka merasakan nikmatnya ilmu pengetahuan, terangnya sinar
cahaya ilmu pengetahuan, dan betapa bergunanya ilmu tersebut untuk melanjutkan
hidup mereka nanti. Bisa kita bayangkan, apabila mereka semua bisa merasakan sebentar
saja duduk disekolah yang pembangunnaya sudah bagus, ada lampu, ada guru, ada
alat- alat peraga, pasti mereka akan sangat senang bukan.
Lalu, bagaimana tidak mungkin persoalan ini dapat
terpecahkan, pasti banyak pendidik diluar sana yang akan bersuka cita
mencerdaskan kehidupan anak bangsa, baik kepedesaan ataupun pelosok- pelosok
negeri sekalipun, karena beliau paham itu tugas utama beliau. Namun, jika
pendidiknya sudah ada, eh
pembangunannya yang tidak ada, bagaimana? Nah, jika kita belum punya cukup dana
untuk itu mungkin kita bisa putar otak bagaimana memungkinkan hal- hal yang
tidak mungkin menjadi mungkin. Karena apa, Nothing
is Impossible. Jangan kita memikirkan sekolah yang bagus terlebih dahulu,
sederhana saja, kita cari suatu space
semisal rumah adat didesa yang biasa digunakan untuk berkumpul, rumah
peribadatan, bisa toh kita manfaatkan untuk melancarkan aksi kita menciptakan
akses pendidikan.
Nah maka dari itu, mari kita bangun keinginan dari
kita sendiri terlebih dahulu, apabila sudah tertanam dalam sanubari kita sebuah
keinginan yang tulus, tentu semua bisa teratasi. Penulis yakin, selama NKRI
masih berdiri, pemerintah akan selalu bergerak menyelesaikan permasalahan-
permasalahan yang ada, seiring dengan itu kita yang ada dibaliknya, tidak akan
berdiam diri saja bukan, karena yakinlah akibat kesadaran kita yang jauh lebih
nyata dan lebih kuat, pasti akan bisa mempercepat kincir pencapaian itu
berputar.