Kamis, 14 September 2017

MELUASKAN NIAT MELUASKAN PENDIDIKAN



MELUASKAN NIAT MELUASKAN PENDIDIKAN
Oleh : Desi, S.Pd


Pendidikan adalah kehidupan. Pendidikan adalah lentera penerang dalam meniti setiap jenjang kehidupan. Pendidikan adalah salah satu hal yang utama didalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, untuk dapat melanjutkan hidup mereka agar lebih baik lagi kedepannya. Berbicara pendidikan, siapa di antara kita yang tidak ingin merasakan dan menyentuh nikmatnya pengetahuan, merasakan begitu bergunanya sebuah ilmu untuk melanjutkan hidup. Namun masalahnya sekarang, Apakah pembangunan pendidikan di Indonesia sudah tepat? Dalam artian pembangunan pendidikan yang sudah meluas, merata, serta berkeadilan. Tentu harapan kita sebaiknya sudah tepat bukan.
Pendidikan di Indonesia saat sekarang ini tentu tidak lepas dari berbagai masalah. Apakah itu masalah tidak terwujudnya pendidikan yang semestinya, dan atau tidak terwujudnya akses pendidikan yang seharusnya. Tapi itu semua biasa, toh kita hidup tidak lepas dari masalah bukan, namun yang pasti kita harus yakin dan percaya bukan tidak mungkin masalah ini dapat kita selesaikan, karena pasti ada banyak cara untuk memecahkan persoalan apapun, termasuk persoalan pendidikan ini. Banyak cara yang bisa digunakan oleh pihak- pihak yang berwenang dalam kebijakan dunia pendidikan. Pun sama kita ketahui setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
 Pembangunan pendidikan tentunya bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anak dalam dunia pendidikan. Sama kita ketahui setiap anak berhak mengenyam pendidikan, apakah ia berasal dari keluarga yang mampu ataupun tidak, dari desa ataupun kota, mereka semua berhak memperoleh pendidikan yang layak. Namun pertanyaannya sekarang, Apakah itu semua sudah terwujud? Apakah seluruh wilayah Indonesia ini dari lubang semut hingga lubang gajah sudah mengenyam pendidikan yang semestinya, dimana- mana ada pendidikan, dimana- mana ada sekolah yang dapat digunakan untuk anak bangsa memperoleh pengetahuan, dan dimana- mana ada pendidik. Jawabannya tentu sudah, tapi belum sepenuhnya mungkin. Karena apa, setiap hal butuh proses, tidak gampang loh untuk menciptakan sedemikian banyak sekolah di negara yang besar ini. Pemerintahpun pastinya sudah bergalak, untuk mewujudkan kewajiban yang paling mendasar ini.
Sekarang coba kita fokus pada satu titik terlebih dahulu. Kita pandang diri kita sebagai pendidik sekaligus orang awam yang melihat permasalahan mendasar dalam pembangunan pendidikan saat sekarang ini, yakninya kendala akan akses pendidikan ke daerah- daerah serta ke pelosok- pelosok. Kenapa bisa terjadi demikian? Tentu banyak faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi. Lalu bagaimana solusinya? Pemerintah? Tentu pikiran kita langsung tertuju pada pemerintah. Hahaha… boleh saja. Tetapi coba kita pikirkan lagi apa hanya dengan menunggu usaha dari pemerintah saja, kemudian datang sebuah keajaiban, lalu semua permasalahan dapat selesai seketika, apakah mungkin? Hmm tentu tidak sesederhana itu, karena sesungguhnya penyelesaian masalah pasti ada prosesnya, dan ada orang- orang yang turut serta mengulurkan tangan untuk membantu. Nah jadi disini bukan hanya peran pemerintah saja yang kita harapkan, tapi juga kita, baik kita sebagai pendidik ataupun orang awam. Toh semua tanggung jawab kita bersama bukan, karena kita satu dalam negeri ini.
Sekarang kita andaikan, jika kita yang jadi pemerintahnya saat sekarang ini. Tidak usah jauh-jauh, kita mulai dari lingkungan kecil tempat tinggal kita saja terlebih dahulu, kita yang memerintah disana, nah kira- kira apa ya yang akan kita perbuat? Kita pasti akan memikirkan apa- apa saja yang dapat kita siasati untuk berdamai dengan persoalan ini. Berdamai dengan persoalan sulitnya akses pendidikan, berdamai dengan tidak adanya lentera ilmu di pedalaman.
Kita lihat sebentar bagaimana kehidupan pendidikan di pedesaan atau di daerah pedalaman, yang mana di daerah mereka belum terjangkau listrik, sehingga untuk membaca buku dimalam hari mereka harus menggunakan sebatang lilin. Belum lagi beberapa diantara mereka ada yang sama sekali buta dengan ilmu, tidak tahu apa itu buku, tidak mengerti apa itu angka dan huruf. Ada juga yang demi keinginan kuat mereka mencari ilmu, rela berjalan berkilo- kilo menembus jalanan setapak, hanya untuk menemukan sebuah tempat untuk mereka bisa belajar, menambah pengetahuan. Tidakkah tergerak hati kita untuk mempermudah mereka merasakan nikmatnya ilmu pengetahuan, terangnya sinar cahaya ilmu pengetahuan, dan betapa bergunanya ilmu tersebut untuk melanjutkan hidup mereka nanti. Bisa kita bayangkan, apabila mereka semua bisa merasakan sebentar saja duduk disekolah yang pembangunnaya sudah bagus, ada lampu, ada guru, ada alat- alat peraga, pasti mereka akan sangat senang bukan.
Lalu, bagaimana tidak mungkin persoalan ini dapat terpecahkan, pasti banyak pendidik diluar sana yang akan bersuka cita mencerdaskan kehidupan anak bangsa, baik kepedesaan ataupun pelosok- pelosok negeri sekalipun, karena beliau paham itu tugas utama beliau. Namun, jika pendidiknya sudah ada, eh pembangunannya yang tidak ada, bagaimana? Nah, jika kita belum punya cukup dana untuk itu mungkin kita bisa putar otak bagaimana memungkinkan hal- hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Karena apa, Nothing is Impossible. Jangan kita memikirkan sekolah yang bagus terlebih dahulu, sederhana saja, kita cari suatu space semisal rumah adat didesa yang biasa digunakan untuk berkumpul, rumah peribadatan, bisa toh kita manfaatkan untuk melancarkan aksi kita menciptakan akses pendidikan.
Nah maka dari itu, mari kita bangun keinginan dari kita sendiri terlebih dahulu, apabila sudah tertanam dalam sanubari kita sebuah keinginan yang tulus, tentu semua bisa teratasi. Penulis yakin, selama NKRI masih berdiri, pemerintah akan selalu bergerak menyelesaikan permasalahan- permasalahan yang ada, seiring dengan itu kita yang ada dibaliknya, tidak akan berdiam diri saja bukan, karena yakinlah akibat kesadaran kita yang jauh lebih nyata dan lebih kuat, pasti akan bisa mempercepat kincir pencapaian itu berputar.


Makanan Khas Tradisional Papua "PAPEDA"


Papeda
Apakah kamu pernah mendengar Papeda? Atau pernahkan kamu melihat makanan yang teksturnya lengket seperti lem? Nah jika belum, makanan ini dapat kita temukan di daerah timur Indonesia yakni, Papua. Papeda merupakan makanan tradisional khas dari Papua. Papeda berbahan dasar tepung sagu. Teksturnya lengket seperti lem, bewarna putih, dan rasanya tawar.

Nah lalu kenapa ya namanya Papeda? Tidak banyak yang tau dari mana asal usul nama itu diberikan, dan kenapa masyarakat disana bisa menciptakan makanan demikian. Nah, Papua terkenal dengan daerah yang memiliki banyak sekali pohon sagunya, sehingga sagu dijadikan sebagai bahan dasar dalam membuat berbagai makanan disana , salah satunya papeda ini.



Masyarakat Papua lebih mengenal Papeda ini dengan istilah “Makanan Komunikasi” kenapa ya? Nah ini ada kisahnya. Membuat papeda, khususnya di daerah aslinya yakni Papua tidak dilakukan seorang diri, tetapi beramai- ramai. Nah, ketika pekerjaan ini dilakukan bersama- sama, , maka akan terjadilah pembicaraan- pembicaraan antar perorangan, obrolan- obrolan membahas apa saja, apakah itu permasalahan didaerah mereka, atau sekedar cerita- cerita ringan saja. Maka dari itu, terjalinlah banyak komunikasi antar sesama masyarakat. Tidak hanya ketika memasak, tetapi juga di meja makan, ketika makan. Mereka suka bercerita- cerita membahas apa saja. Maka dari situ lah, dari mulai dimasaknya papeda ini, hingga disantap bersama-sama antara keluarga orang perorang, atau masyarakat selalu terjalin komunikasi atau perbincangan. Sehingga dikenalah papeda ini sebagai “Makanan Komunikasi”. Makanan yang bisa menjalin terjadinya komunikasi.


http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbpapua/2014/06/30/budaya-sagu-dalam-jejak-tradisi-daerah-iv-di-kabupaten-kepulauan-yapen/
Berbicara tentang makanan tentu kita ingin tahu bukan bagaimana ya cara pembuatannya. Nah seperti yang dijelaskan tadi papeda terbuat dari bahan utama sagu atau tepung sagu yang dididihkan dengan air, hingga menjadi agak kental. Biasanya papeda dihidangkan bersama dengan ikan kuah kuning sebagai temannya, sehingga dapat membuat rasa papeda yang awalnya tawar, menjadi lebih nikmat karena mendapat rasa bumbu dari kuah ikan tadi. Ikan yang digunakan biasanya ikan tongkol dengan tambahan sayur tumis kangkung yang dicampur dengan daun pepaya.

https://mengenalpapua.wordpress.com/2015/11/05/papeda-kurang-lengkap-tanpa-ikan-kuah-kuning/
Cara memakan papeda ini pun sangat unik dan beragam. Ada yang menggunakan sendok, tapi ada juga yang menggunakan sumpit, dan kadang ada yang menyeruputnya langsung dipinggir piring. Tapi sepertinya jika kita menggunakan sendok, akan sedikit lebih sulit, karena tekstunya yang lengket, dan kental, susah untuk dimakan. Nah kalau penduduk asli di Papua, mereka tidak menggunakan sendok atau garpu, mereka menggunakan sumpit. Menggunakan sumpit untuk memakan papeda ini dengan cara melilitkan papeda beberapa kali ke sumpit barulah dimakan. Ada juga sebagian masyarakat terkadang memakannya dengan cara diseduh secara langsung dari pinngir piring. Ini menarik bukan.

http://www.kompasiana.com/widikurniawan/lengket-lengket-sedap-makan-lem-ala-suku-tolaki_5520161fa33311e02bb676c9

Nah, Papeda selain dihidangkan sebagai menu pokok keseharian masyarakat Papua, sering juga dihidangkan pada acara- acara tertentu, misalnya pada acara adat masyarakat Papua dan juga pada acara penting keluarga.
Kamu perlu tau, memakan makanan khas Papua ini, ternyata sangat bagus bagi kesehatan. Kenapa ya? Karena papeda terbuat dari bahan utama sagu tadi. Kita perlu tahu, sagu memiliki banyak sekali kandungan gizi, seperti protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, dan juga vitamin a, b,dan c. kandungan ini tentu sangat kita perlukan bagi tubuh kita. Apalagi karbohidrat yang mana kita butuhkan sebagai sumber energy utama bagi tubuh kita, yang biasanya banyak terkandung pada nasi, maka dari itulah dengan adanya papeda ini, masyarakat menjadikannya sebagai makanan pokok pengganti nasi. Papeda dapat meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi kembung, dan masih banyak lagi.
Nah, jika kalian penasaran ingin mencoba papeda ini, sekarang kita tidak perlu jauh- jauh ke Papau, karena di tempat makan di beberapa kota besar di Indonesia sudah ada yang menyediakan menu papeda ini.


SIFAT-SIFAT CAHAYA

            Cahaya merupakan sesuatu yang yang jelas tidak bisa terlepas dari kehidupa dimuka bumi ini. Cahaya adalah nama yang diberika...