Papeda
Apakah kamu pernah mendengar Papeda? Atau
pernahkan kamu melihat makanan yang teksturnya lengket seperti lem? Nah jika
belum, makanan ini dapat kita temukan di daerah timur Indonesia yakni, Papua. Papeda
merupakan makanan tradisional khas dari Papua. Papeda berbahan dasar tepung
sagu. Teksturnya lengket seperti lem, bewarna putih, dan rasanya tawar.
Nah lalu kenapa ya namanya Papeda? Tidak banyak yang tau
dari mana asal usul nama itu diberikan, dan kenapa masyarakat disana bisa
menciptakan makanan demikian. Nah, Papua terkenal dengan daerah yang memiliki banyak
sekali pohon sagunya, sehingga sagu dijadikan sebagai bahan dasar dalam membuat
berbagai makanan disana , salah satunya papeda ini.
Masyarakat Papua lebih mengenal Papeda ini dengan istilah “Makanan
Komunikasi” kenapa ya? Nah ini ada kisahnya. Membuat papeda, khususnya di daerah
aslinya yakni Papua tidak dilakukan seorang diri, tetapi beramai- ramai. Nah, ketika
pekerjaan ini dilakukan bersama- sama, , maka akan terjadilah pembicaraan-
pembicaraan antar perorangan, obrolan- obrolan membahas apa saja, apakah itu
permasalahan didaerah mereka, atau sekedar cerita- cerita ringan saja. Maka
dari itu, terjalinlah banyak komunikasi antar sesama masyarakat. Tidak hanya
ketika memasak, tetapi juga di meja makan, ketika makan. Mereka suka bercerita-
cerita membahas apa saja. Maka dari situ lah, dari mulai dimasaknya papeda ini,
hingga disantap bersama-sama antara keluarga orang perorang, atau masyarakat
selalu terjalin komunikasi atau perbincangan. Sehingga dikenalah papeda ini
sebagai “Makanan Komunikasi”. Makanan yang bisa menjalin terjadinya komunikasi.
http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbpapua/2014/06/30/budaya-sagu-dalam-jejak-tradisi-daerah-iv-di-kabupaten-kepulauan-yapen/
Berbicara tentang makanan tentu kita ingin tahu bukan
bagaimana ya cara pembuatannya. Nah seperti yang dijelaskan tadi papeda terbuat
dari bahan utama sagu atau tepung sagu yang dididihkan dengan air, hingga
menjadi agak kental. Biasanya papeda dihidangkan bersama dengan ikan kuah
kuning sebagai temannya, sehingga dapat membuat rasa papeda yang awalnya tawar,
menjadi lebih nikmat karena mendapat rasa bumbu dari kuah ikan tadi. Ikan yang
digunakan biasanya ikan tongkol dengan tambahan sayur tumis kangkung yang
dicampur dengan daun pepaya.
https://mengenalpapua.wordpress.com/2015/11/05/papeda-kurang-lengkap-tanpa-ikan-kuah-kuning/
Cara memakan papeda ini pun sangat unik dan beragam. Ada
yang menggunakan sendok, tapi ada juga yang menggunakan sumpit, dan kadang ada
yang menyeruputnya langsung dipinggir piring. Tapi sepertinya jika kita menggunakan
sendok, akan sedikit lebih sulit, karena tekstunya yang lengket, dan kental,
susah untuk dimakan. Nah kalau penduduk asli di Papua, mereka tidak menggunakan
sendok atau garpu, mereka menggunakan sumpit. Menggunakan sumpit untuk memakan
papeda ini dengan cara melilitkan papeda beberapa kali ke sumpit barulah
dimakan. Ada juga sebagian masyarakat terkadang memakannya dengan cara diseduh
secara langsung dari pinngir piring. Ini menarik bukan.
http://www.kompasiana.com/widikurniawan/lengket-lengket-sedap-makan-lem-ala-suku-tolaki_5520161fa33311e02bb676c9
Nah, Papeda selain dihidangkan sebagai menu pokok
keseharian masyarakat Papua, sering juga dihidangkan pada acara- acara
tertentu, misalnya pada acara adat masyarakat Papua dan juga pada acara penting
keluarga.
Kamu perlu tau, memakan makanan khas Papua ini, ternyata
sangat bagus bagi kesehatan. Kenapa ya? Karena papeda terbuat dari bahan utama
sagu tadi. Kita perlu tahu, sagu memiliki banyak sekali kandungan gizi, seperti
protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, dan juga vitamin a,
b,dan c. kandungan ini tentu sangat kita perlukan bagi tubuh kita. Apalagi
karbohidrat yang mana kita butuhkan sebagai sumber energy utama bagi tubuh
kita, yang biasanya banyak terkandung pada nasi, maka dari itulah dengan adanya
papeda ini, masyarakat menjadikannya sebagai makanan pokok pengganti nasi.
Papeda dapat meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi kembung, dan masih banyak
lagi.
Nah, jika kalian penasaran ingin mencoba papeda ini,
sekarang kita tidak perlu jauh- jauh ke Papau, karena di tempat makan di beberapa
kota besar di Indonesia sudah ada yang menyediakan menu papeda ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar